Omega-3 (1)

(Artikel tersebut sebelumnya telah dipublikasi pada situs citrahidup.com, dan di sini tulisan diperbaiki seperlunya namun tidak ada perubahan yang berarti)

Mujizat omega-3 terhadap kesehatan (I)

Pendahuluan

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai orthomolecular nutrition, sempat saya kemukakan tentang senyawa omega-3. Senyawa kimia yang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan kita, dan banyak dikonsumsi berupa kapsul sebagai supplement. Sempat saya kemukakan juga bahwa indikasi positif berperannya senyawa tersebut terhadap kesehatan, telah diketahui dari hasil penelitian Sinclair HM dan dipublikasikan pada waktu itu (1956. Pada waktu itu, beliau hanya menyadari peranan asam lemak yang sifatnya essential bagi tubuh. Lihat tulisan di bawah mengenai essential fatty acids) di majalah Lancet, sebuah majalah terkemuka yang hingga saat ini pun masih eksis. Lancet biasanya megisi tentang penemuan-penemuan baru di bidang kesahatan. Namun mengenai omega-3, hingga saat ini masih terus terjadi perdebatan di antara para pakar kesehatan dan nutrisi, yang tertampak pada hasil karya mereka yang pro dan kontra tentang omega-3, apakah betul senyawa tersebut memberikan effek yang demikian baiknya terhadap kesehatan. Penulis akan mencoba di sini membahas hal-hal yang bersangkutan dengan omega-3, agar para pembaca dapat mengambil kesimpulan sendiri, dan dapat menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan masing-masing.

Tidak lengkap bila kita membicarakan omega-3 tanpa menyinggung nama peneliti Dr. Jorn Dyerberg, orang pertama yang menemukan senyawa omega-3, DHA dan EPA, pada tahun 1975 (Publikasi di majalah ilmiah “American Journal of Clinical Nutrition”), dan sebelumnya, pada tahun 1971 beliau telah mempublikasikan hasil penelitiannya di majalah Lancet. (Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jelas, dapat melihat artikel yang ditulis oleh Stephen Daniells, exclusive interviewnya dengan Dr. Jorn Dyerberg di majalah online internet, Nutra ingredient.com, 28 Nopember 2007, berjudulkan “The inventor of omega-3“). Seperti juga halnya dengan Sinclair HM, Jorn Dyerberg ingin mengenal lebih dekat cara hidup orang Eskimo dari segi nutrisi dan kesehatannya. Ia beserta koleganya, Hans Olaf Bang dan Aase Brondum Nielsen, yang waktu itu masih muda belia, melakukan ekpedisi ke tempat kediaman orang Eskimo di Greenland. Untuk tujuan penelitian mereka mengambil sample darah, mempelajari pola makan orang Eskimo. Waktu itu telah diketahui bahwa kira-kira 40 persen angka kematian (usia antara 45-64 tahun) di Amerika disebabkan oleh penyakit jantung (coronary heart disease), sedangkan pada orang Eskimo Inuit yang hidup di Greenland, hanya 4,6 persen. Orang Eskimo pada waktu itu, kebanyakan masih hidup dalam masyarakat berburu dan menangkap ikan, makanan sehari-hari mereka berupa ikan dan daging hasil buruan anjing laut (seal meat) yang mengandung kadar lemak tinggi. Sedangkan counterpart mereka di Amerika, mengkonsumsi makanan gaya hidup modern.

Dapat dibayangkan, karena penemuan omega-3, senyawa asam lemak tidak jenuh, merupakan penemuan yang langsung berhadapan dengan sekian banyak penyakit yang diidap orang yang hidup di dalam modern society, sejak itu beramai-ramai para peneliti melakukan penelitian di bidang tersebut, dan belasan ribu artikel hasil penelitian yang menyangkut omega-3 telah dipublikasikan di majalah-majalah ilmiah seluruh dunia. Bersamaan dengan penemuan ini, timbul pula ilmu pengetahuan nutrisi modern, termasuk juga di antaranya orthomelecular nutrition, yang akhir-akhir telah banyak ditekuni para peneliti. Sehingga pandangan-pandangan baru tentang pola makanan bermunculan, dan omega-3 sering diambil sebagai topik penelitian. Mau tidak mau bagi orang awam menjadi hal yang membingungkan, sebetulnya argumentasi yang mana benar tentang khasiat omega-3.

Ada baiknya bila kita mendengar terlebih dahulu dari sumber yang paling dapat dipercaya. Penulis sendiri sangat berhati-hati dalam mengambil kesimpulan tentang kemampuan omega-3 yang mendukung kesehatan kita. Dalam interview dengan Stephen Daniells, Dr. Jorn Dyerberg menyatakan, “Tantangan abad ke 21 adalah hal yang berhubungan dengan nutrisi, di mana obesity, diabetes, dan penyakit jantung (cardio vascular disorders), semua ini berhubungan dengan makanan. Dalam hubungan ini omega-3 memegang peranan penting.”. Selanjutnya ia mengatakan, khasiat omega-3 mulai terbukti dari hasil berbagai penelitian, yaitu pada penerapan masa hamil dan perkembangan anak. Peneltian-penelitian itu menunjukkan adanya indikasi positf terhadap perkembangan otak anak dan mental.

Dari segi pandang, bagaimana kita mengkonsumsi omega-3, menurut Dr. Jorn Dyerberg, proporsinya tidak penting, secara umum perbandingan 3:2 EPA:DHA dapat diterima. Menyinggung senyawa ALA (penjelasan lihat bawah), juga jenis omega-3 berasal dari tumbuh-tumbuhan, menurutnya senyawa ini sedikit sekali terkonversi di dalam tubuh ke EPA, dan seterusnya ke DHA. ALA akhirnya sebagian besar dimetabolis di dalam tubuh menjadi bahan bakar. Tetapi ia meneruskan, bahwa bila kita mengkonsumsi ALA, dan juga merubah pola makan kita secara dramatis, maka kadar EPA, DHA pada sel-sel tubuh kita pun akan tercapai dengan makanan mengandung ALA, akan tetapi kita harus merubah total pola makan kita. Ditambahnya pula perubahan total pola makan itu sulit tercapai.

Dalam hubungan omega-3 dengan penyakit kanker, menurut Dr. Jorn Dyerberg, potensi omega-3 untuk mencegah perkembangan kanker tidak jelas, biarpun dari hasil penelitian, data epidemiologi dan percobaan binatang, telah mengindikasikan hal yang positif terhadap kanker payudara dan kanker prostat.

Perlu Anda ketahui bahwa asam lemak tidak jenuh omega-3, dalam istilah ilmiahnya termasuk sebagai essential fatty acid, atau juga disingkat EFA. Kadang disebut juga sebagai vitamin F tetapi masih belum populer penggunaannya. Essential, karena bila kekurangan asam lemak ini, kesehatan tubuh akan terganggu. Sedikit perbedaan dengan vitamin yang biasa kita kenal, EFA harus dikonsumsi dalam dosis yang lebih tinggi, yang berikutnya, seperti diterangkan di atas, DHA, EPA dapat disintesa di dalam tubuh kita melalui ALA, tetapi conversion ratenya rendah sekali. Sehingga kebutuhan harus didapatkan dari luar tubuh. Bila ditilik dari struktur molekul senyawa ini, maka orang menyebutnya juga PUFA (poly unsaturated fatty acid), yaitu dikarenakan tidak jenuhnya hydrogen atom dan terdapat beberapa double bond antara Karbon atom.

Untuk sementara kita tidak perlu terlalu pusing dengan konfigurasi kimia dari senyawa-senyawa EFA, cukup dengan mengetahui nama yang sering dipakai, serta singkatannya. Hingga kini EFA masih menjadi bahan penelitian, khususnya omega-3, dan juga sudah lama menjadi bahan supplement kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari sering pula kita ketemui EFA di dalam makanan yang mengandung nilai nutrisi tinggi.

4 besar EFA

DHA (Docosahexaenoic Acid), omega-3, terdapat di ikan (cod liver oil, salmon, sardines, dan lain-lain.), asi, hati, otak.

EPA (Eicosapentaenoic Acid), omega-3, terdapat di ikan, cod liver oil, salmon (sementara peneliti menyatakan pada salmon ternakan tidak ada EPA. Ini perlu dipelajari.), sardines, dan ikan lain-lainnya, asi, hati, otak.

GLA (Gamma Linolenic Acid), omega-6, terdapat di borage oil, evening primerose oil, black currant seed oil, dan lain-lain.

ALA (Alpha Linolenic Acid), omega-3, terdapat di flax seed oil. canola oil, soybean oil, dan lain-lain yang berasal dari biji-bijian.

Masih ada beberapa lagi EFA lainnya yang memainkan peranan penting bagi kesehatan, seperti LA, Linoleic Acid (di dalam tubuh dirubah menjadi GLA), terdapat pada banyak vegetable oil. Oleic Acid, omega-9, terdapat pada olive oil.

Sayang, penulis sendiri tidak begitu mengenal sumber-sumber EFA yang sepadan yang dapat diketemui di bahan pangan di negeri kita. Apakah ini disebabkan oleh kurangnya informasi tentang penelitian kita, atau pengakuan internasional, tidak jelas. Bila pembaca mempunyai informasi yang berharga dapat pula di-sharing di sini.

Berhubungan dengan tulisan tersebut, penulis menyediakan links di bawah ini yang bertemakan omega-3, omega-6, EFA, PUFA, agar dengan leluasa pembaca dapat memperdalam ilmu sendiri.

1. http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/othernuts/omega3fa/ Baik untuk pengetahuan dasar tentang omega-3, -6, dan EFA.

2. http://www.teachersdomain.org/resources/tdc02/sci/life/cell/membraneweb/index.html Situs dari wikipedia untuk material ajaran pada sekolah. Baik bagi yang ingin tahu fungsi dasar cell membrane.

3. http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane cell membrane.

4. http://efaeducation.nih.gov/sig/evolution.html Presentasi yang menarik dari Crawford MA. 2002. Power Point Presentation, 10.7MB.

One response to “Omega-3 (1)

  1. Banyak juga buahan tropis yang mengandung EFA, misalnya sumber EFA yang mudah didapatkan di Indonesia adalah buah Pepaya (Carica Papaya) dan Alpukat (Persea Americana), untuk rujukan silahkan gunakan website laboratorium data nutrisi, referensi standar database nutrisi nasional Departemen Pertanian USDA Amerika Serikat.

    Link: http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp/search/index.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s